Februari 16, 2011

Telah Berpulang, Ibunda Tercinta

Marwijah Binti Moehammad Sanim
(5 Mei 1926 - 12 Februari 2011)

Oktober 14, 2010

FALSAFAH HIDUP JAWA

Falsafah Ajaran Hidup Jawa memiliki tiga aras dasar utama, yaitu: aras sadar ber-Tuhan, aras kesadaran semesta dan aras keberadaban manusia. Aras keberadaban manusia implementasinya dalam ujud budi pekerti luhur. Maka di dalam Falsafah Ajaran Hidup Jawa ada ajaran keutamaan hidup yang diistilahkan dalam bahasa Jawa sebagai piwulang (wewarah) kautaman.

Juni 23, 2010

BAHASA JAWA

Bahasa Jawa merupakan bahasa sehari-hari sebagian besar Orang Jawa. Bahasa Jawa digunakan oleh penduduk suku bangsa Jawa terutama di beberapa bagian Banten terutama kota Serang, kabupaten Serang, kota Cilegon dan kabupaten Tangerang, Jawa Barat khususnya kawasan Pantai utara terbentang dari pesisir utara Karawang, Subang, Indramayu, kota Cirebon dan kabupaten Cirebon, Yogyakarta, Jawa Tengah & Jawa Timur di Indonesia.

Juni 22, 2010

NEGARA DALAM PERKEBUNAN

JADEL, alias Jawa-Deli, dengan "koeli kontrak" ibarat setali tiga uang. Apalagi anak-anak mereka yang lahir di Tanah Deli kini bahkan lebih suka disebut Jadel. Hanya kehadiran ayah mereka yang sangat menyedihkan sejak abad ke-18 sampai akhir abad ke-19 itu, terus-terang, sulit dilupakan. Dampaknya masih sangat dalam menggores hingga kini. Peraturan perkulian yang termaktub dalam Koelie Ordonnantie yang lahir pada 1880 itu telah mencabik-cabik mereka.

Di situ diisyaratkan: yang sudah mengikat dirinya sebagai kuli kontrak diharuskan bekerja tiga tahun. Dan tanpa jaminan, setelah habis masa kontrak, mereka akan dikembalikan ke tempat asalnya. "Dulu politik Belanda mendatangkan kuli-kuli dari Jawa itu seperti transmigrasi terselubung," kata Tengku Luckman Sinar, S.H., 55 tahun. Seingat anak Sultan Serdang yang mengajar sejarah di Fakultas Sastra USU Medan ini, dengan menggaji kuli-kuli itu kecil, pengusaha perkebunan mengait keuntungan besar. Kemudian, untuk menekan biaya, mereka juga menyelenggarakan perjudian. "Karena kuli-kuli sudah kehabisan uang, kalah main judi, lalu mereka teken kontrak lagi. Ikatan ini tentu membuat para kuli tidak pernah membayangkan lagi kapan harus pulang ke kampungnya di Pulau Jawa.

November 21, 2009

KEHIDUPAN PARIPURNA

Dalam adat istiadat dan tradisi Jawa, banyak filosofi dan pelajaran hidup yang disampaikan melalui lambang-lambang. Di antaranya adalah yang diajarkan kepada seseorang yang menginginkan sebuah kehidupan paripurna. Untuk mendapatkan ini konon ia harus memiliki atau memenuhi lima hal sebagai berikut:

1. Wisma (Rumah)
Penafsiran tentang rumah ini boleh jadi agak kompleks, namun dua unsur terpenting yang dilambangkan dengan rumah adalah sebagai tempat kembali, baik dalam arti harfiah di mana manusia perlu tempat untuk pulang, maupun sebagai peringatan bahwa suatu saat nanti manusia pasti akan kembali ke asalnya yakni menghadap sang Pencipta. Ungkapan orang Jawa tentang hidup ini sangat sederhana; "Wong urip kui gur mampir ngombe." atau manusia hidup itu cuma singgah untuk minum. Ini mengajarkan kepada kita bahwa kehidupan manusia pada hakekatnya sangat singkat dan kita harus selalu mengingatnya.
 

Copyright © 2009 CERITA ANTAR KITA | The other site of family TANJONG PURA | Designed by TNB